Blog ini berisikan materi dan tugas-tugas Mata Kuliah Kecersadan Buatan

Jumat, 04 Juni 2010

PEMBAGIAN tugas: aplikasi Fuzzy Logic Control yang ada didalam literatur


NAMA
NPM
TUGAS
1. Anita Camelya S 0615031051 Merangkum bahan
2. Iyan F P Sianipar 0715031051 Merangkum bahan dan menguploud ke blog
3. Alfian B L Sinaga 0615031040 Merangkum bahan dan Menguploud ke Blog
4. Yohanes Tri Hartono 0615031127 Merangkum bahan
5. Toman H Lumban Gaol 0615031124 Merangkum bahan

PEMBAGIAN TUGAS KECERDASAN BUATAN TENTANG FUZZY LOGIC


NAMA
NPM
TUGAS
1. Anita Camelya S 0615031051 MERANGKUM BAHAN
2. Iyan F P Sianipar 0715031051 MERANGKUM BAHAN DAN MENGUPLOUD KE BLOG
3. Alfian B L Sinaga 0615031040 MERANGKUM BAHAN
4. Yohanes Tri Hartono 0615031127 MERANGKUM BAHAN DAN MENGUPLOUD KE BLOG
5. Toman H Lumban Gaol 0615031124 MERANGKUM BAHAN

PEMBAGIAN TUGAS KECERDASAN BUATAN TENTANG JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST)


NAMA
NPM
TUGAS
1. Anita Camelya S 0615031051 Merangkum bahan
2. Iyan F P Sianipar 0715031051 Merangkum bahan dan menguploud ke blog
3. Alfian B L Sinaga 0615031040 Merangkum bahan dan mengguploud ke blog
4. Yohanes Tri Hartono 0615031127 Merangkum bahan
5. Toman H Lumban Gaol 0615031124 Merangkum bahan

Pembagian TUGAS 3 JARINGAN SYARAF TIRUAN


NAMA
NPM
TUGAS
1. Anita Camelya S 0615031051 Menguploud ke Blog
2. Iyan F P Sianipar 0715031051 Membuat program
3. Alfian B L Sinaga 0615031040 Membuat program
4. Yohanes Tri Hartono 0615031127 Membuat program
5. Toman H Lumban Gaol 0615031124 Menguploud ke Blog

Senin, 24 Mei 2010

tugas: aplikasi Fuzzy Logic Control yang ada didalam literatur

berikut ini adalah contoh aplikasi fuzzy logic dan pembahasannya.
untuk melihat KLIK DISINI

TUGAS KECERDASAN BUATAN TENTANG FUZZY LOGIC

Brikut adalah makalah tentang Fuzzy Logic..
Bila ingin melihat KLIK DISINI

TUGAS KECERDASAN BUATAN TENTANG JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST)

Tugas ini adalah tentang jaringan syaraf tiruan..
untuk melihatnya..
silahkan klik

Minggu, 02 Mei 2010

TABEL PENILAIAN TUGAS 1



No.
Kelompok
Nama Kelompok
Nilai Tugas
Alamat Blog
1.
Sendiri
Ai-B-Ayati
-
2.
Lain- 1
Ai-B-Arisan
80
http://ai-b-arisan.blogspot.com
3.
Lain- 2
Ai-B-Rianu2006
90
http://rianu2006.wordpress.com

Senin, 05 April 2010

TUGAS 3 JARINGAN SYARAF TIRUAN

Tanggal Selesai : 05 APRIL 2010


Tugas Pemograman ini menggunakan Visual Basic..
untuk melihatnya..klik disini

Senin, 29 Maret 2010

Pembagian Tugas Ke-2


NAMA
NPM
TUGAS
1. Anita Camelya S
0615031051
Mengerjakan Soal dan Mengetik
2. Iyan F P Sianipar
0715031051
Mengerjakan Soal dan Mengetik
3. Alfian B L Sinaga
0615031040
Menguploud ke Blog
4. Yohanes Tri Hartono
0615031127
Menguploud ke Blog
5. Toman H Lumban Gaol
0615031124
Menguploud ke Blog

Senin, 08 Maret 2010

TUGAS PERSEPTRON


TUGAS
TGL TUGAS
TGL TUGAS SELESAI
II
02 MARET 2010
08 MARET 2010

TUGAS SUDAH DI UPLOAD, UNTUK MELIHATNYA
KLIK DISINI

Minggu, 28 Februari 2010

JARINGAN SYARAF TIRUAN

JARINGAN SYARAF TIRUAN



Jaringan Syaraf Tiruan dibuat pertama kali pada tahun 1943 oleh

neurophysiologist Waren McCulloch dan logician Walter Pits, namun teknologi yang

tersedia pada saat itu belum memungkinkan mereka berbuat lebih jauh.



Jaringan Syaraf Tiruan adalah paradigma pemrosesan suatu informasi yang

terinspirasi oleh sistim sel syaraf biologi, sama seperti otak yang memproses suatu

informasi. Elemen mendasar dari paradigma tersebut adalah struktur yang baru dari

sistim pemrosesan informasi. Jaringan Syaraf Tiruan, seperti manusia, belajar dari suatu

contoh. Jaringan Syaraf Tiruan dibentuk untuk memecahkan suatu masalah tertentu

seperti pengenalan pola atau klasifikasi karena proses pembelajaran.

Jaringan Syaraf Tiruan berkembang secara pesat pada beberapa tahun terakhir.

Jaringan Syaraf Tiruan telah dikembangkan sebelum adanya suatu komputer

konvensional yang canggih dan terus berkembang walaupun pernah mengalami masa

vakum selama beberapa tahun.



Inspirasi Biologi

Jaringan Syaraf Tiruan keluar dari penelitian kecerdasan buatan, terutama

percobaan untuk menirukan fault-tolerence dan kemampuan untuk belajar dari sistem

syaraf biologi dengan model struktur low-level dari otak.

Otak terdiri dari sekitar (10.000.000.000) sel syaraf yang saling berhubungan. Sel

syaraf mempunyai cabang struktur input (dendrites), sebuah inti sel dan percabangan

struktur output (axon). Axon dari sebuah sel terhubung dengan dendrites yang lain

melalui sebuah synapse. Ketika sebuah sel syaraf aktif, kemudian menimbulkan suatu

signal electrochemical pada axon. Signal ini melewati synapses menuju ke sel syaraf

yang lain. Sebuah sel syaraf lain akan mendapatkan signal jika memenuhi batasan

tertentu yang sering disebut dengan nilai ambang atau (threshold).





Gambar 1. Susunan Syaraf Manusia





Perbandingan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Konvensional

Jaringan Syaraf Tiruan memiliki pendekatan yang berbeda untuk memecahkan

masalah bila dibandingkan dengan sebuah komputer konvensional. Umumnya komputer

konvensional menggunakan pendekatan algoritma (komputer konvensional menjalankan

sekumpulan perintah untuk memecahkan masalah). Jika suatu perintah tidak diketahui

oleh komputer konvensional maka komputer konvensional tidak dapat memecahkan

masalah yang ada. Sangat penting mengetahui bagaimana memecahkan suatu masalah

pada komputer konvensional dimana komputer konvensional akan sangat bermanfaat jika

dapat melakukan sesuatu dimana pengguna belum mengatahui bagaimana melakukannya.

Jaringan Syaraf Tiruan dan suatu algoritma komputer konvensional tidak saling

bersaing namun saling melengkapi satu sama lain. Pada suatu kegiatan yang besar, sistim

yang diperlukan biasanya menggunakan kombinasi antara keduanya (biasanya sebuah

komputer konvensional digunakan untuk mengontrol Jaringan Syaraf Tiruan untuk

menghasilkan efisiensi yang maksimal. Jaringan Syaraf Tiruan tidak memberikan suatu

keajiban tetapi jika digunakan secara tepat akan menghasilkan sasuatu hasil yang

luarbiasa.







Gambar 2. Sebuah Sel Syaraf Sederhana



Model Dasar Jaringan Syaraf Tiruan

Mengadopsi esensi dasar dari system syaraf biologi, syaraf tiruan digambarkan

sebagai berikut : Menerima input atau masukan (baik dari data yang dimasukkan atau

dari output sel syaraf pada jaringan syaraf. Setiap input datang melalui suatu koneksi

atau hubungan yang mempunyai sebuah bobot (weight). Setiap sel syaraf mempunyai

sebuah nilai ambang. Jumlah bobot dari input dan dikurangi dengan nilai ambang

kemudian akan mendapatkan suatu aktivasi dari sel syaraf (post synaptic potential, PSP,

dari sel syaraf). Signal aktivasi kemudian menjadi fungsi aktivasi / fungsi transfer untuk

menghasilkan output dari sel syaraf.

Jika tahapan fungsi aktivasi digunakan ( output sel syaraf = 0 jika input <0 dan 1

jika input >= 0) maka tindakan sel syaraf sama dengan sel syaraf biologi yang dijelaskan

diatas (pengurangan nilai ambang dari jumlah bobot dan membandingkan dengan 0

adalah sama dengan membandingkan jumlah bobot dengan nilai ambang). Biasanya

tahapan fungsi jarang digunakan dalan Jaringan Syaraf Tiruan. Fungsi aktivasi (f(.))

dapat dilihat pada Gambar 3.







Bagaimana sel syaraf saling berhubungan? Jika suatu jaringan ingin digunakan

untuk berbagai keperluan maka harus memiliki input (akan membawa nilai dari suatu

variabel dari luar) dan output (dari prediksi atau signal kontrol). Input dan output sesuai

dengan sensor dan syaraf motorik seperti signal datang dari mata kemudian diteruskan

ke tangan, Dalam hal ini terdapat sel syaraf atau neuron pada lapisan tersembunyi

berperan pada jaringan ini. Input, lapisan tersembunyi dan output sel syaraf diperlukan

untuk saling terhubung satu sama lain.

Berdasarkan dari arsitektur (pola koneksi), Jaringan Syaraf Tiruan dapat dibagi

kedalam dua katagori :



Struktur feedforward

Sebuah jaringan yang sederhana mempunyai struktur feedforward dimana signal

bergerak dari input kemudian melewati lapisan tersembunyi dan akhirnya mencapai unit

output (mempunyai struktur perilaku yang stabil).

Tipe jaringan feedforward mempunyai sel syaraf yang tersusun dari beberapa

lapisan. Lapisan input bukan merupakan sel syaraf. Lapisan ini hanya memberi

pelayanan dengan mengenalkan suatu nilai dari suatu variabel. Lapisan tersembunyi dan

lapisan output sel syaraf terhubung satu sama lain dengan lapisan sebelumnya.

Kemungkinan yang timbul adalah adanya hubungan dengan beberapa unit dari lapisan

sebelumnya atau terhubung semuanya (lebih baik).





Gambar 4. Jaringan Syaraf Tiruan Feedforward



Yang termasuk dalam struktur feedforward :

- Single-layer perceptron

- Multilayer perceptron

- Radial-basis function networks

- Higher-order networks

- Polynomial learning networks



Struktur recurrent (feedback)

Jika suatu jaringan berulang (mempunyai koneksi kembali dari output ke input)

akan menimbulkan ketidakstabilan dan akan menghasilkan dinamika yang sangat

kompleks. Jaringan yang berulang sangat menarik untuk diteliti dalam Jaringan Syaraf

Tiruan, namun sejauh ini structure feedforward sangat berguna untuk memecahkan

masalah. Yang termasuk dalam stuktur recurrent (feedback) :

- Competitive networks

- Self-organizing maps

- Hopfield networks

- Adaptive-resonanse theory models









Gambar 5. Jaringan Syaraf Tiruan FeedBack



Ketika sebuah Jaringan Syaraf digunakan. Input dari nilai suatu variabel

ditempatkan dalam suatu input unit.dan kemudian unit lapisan tersembunyi dan lapisan

output menjalankannya. Setiap lapisan tersebut menghitung nilai aktivasi dengan

mengambil jumlah bobot output dari setiap unit dari lapisan sebelumnya dan kemudian

dikurangi dengan nilai ambang. Nilai aktifasi kemudian melalui fungsi aktifasi untuk

menghasilakan output dari sel syaraf. Ketika semua unit pada Jaringan Syaraf telah

dijalankan maka aksi dari lapisan output merupakan output dari seluruh jaringan syaraf.



Lapisan pada Jaringan Syaraf Tiruan

Jaringan Syaraf Tiruan biasanya mempunyai 3 group atau lapisan yaitu unit-unit :

lapisan input yang terhubung dengan lapisan tersembunyi yang selanjutnya terhubung

dengan lapisan output.

Aktifitas unit-unit lapisan input menunjukkan informasi dasar yang kemudian

digunakan dalam Jaringan Syaraf Tiruan.

Aktifitas setiap unit-unit lapisan tersembunyi ditentukan oleh aktifitas dari unitunit

input dan bobot dari koneksi antara unit-unit input dan unit-unit lapisan

tersembunyi

. Karakteristik dari unit-unit output tergantung dari aktifitas unit-unit lapisan

tersembunyi dan bobot antara unit-unit lapisan tersembunyi dan unit-unit output.



Perceptron

Perceptron termasuk kedalam salah satu bentuk Jaringan Syaraf Tiruan yang

sederhana. Perceptron biasanya digunakan untuk mengklasifikasikan suatu tipe pola

tertentu yang sering dikenal dengan istilah pemisahan secara linear. Pada dasarnya

perceptron pada Jaringan Syaraf dengan satu lapisan memiliki bobot yang bisa diatur dan

suatu nilai ambang. Algoritma yang digunakan oleh aturan perceptron ini akan mengatur

parameter-parameter bebasnya melalui proses pembelajaran. Fungsi aktivasi dibuat

sedemikian rupa sehingga terjadi pembatasan antara daerah positif dan daerah negatif.

Perceptron dapat dilihat di gambar 6



Gambar 6. Bentuk Perceptron

Minggu, 21 Februari 2010

Kecerdasan buatan (artificial intelligence)


 
Tugas
Tgl Tugas
Tgs Tugas Selesai
I
16 Frebruari 2010
21 Februari 2010

DEFINISI KECERDASAN BUATAN
ü H.A Simon (1987):
“kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman computer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas”
.
ü Rich and Knight (1991):
“sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan dengan lebih baik oleh manusia”.
ü Encyclopedia Britannica:
“merupakan cabang dari ilmu computer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk symbol-simbol dari bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau berdasarkan sejumlah aturan”
Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast (1984):
  1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
  2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
  3. Membuat mesin menjadi lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
Didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap computer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan dalam suatu mesin atau computer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa bidang yang menggunakan kecerdasan buatan anatara lain system pakar, permaianan computer, fuzzy logic, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Aplikasi kecerdasan buatan memiliki 2 bagian utama, yaitu:
ü Basis pengetahuan (knowledge base) berisi fakta-fakta, teori, pemikiran dan hubungan antara satu dengan yang lainnya.
ü Motor Inferensi (inference engine) : kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.
Secara garis besar kecerdasan buatan terbagi dalam 2 faham pemikiran, yaitu:
1. kecerdasan buatan konvensional
Kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifikasikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistic yang dikenal juga sebagai kecerdasan buatan simbolis, kecerdasan buatan logis, kecerdasan buatan murni, dan kecerdasan buatan cara lama.
Metode-metodenya meliputi:
o system pakar
o pertimbangan berdasarkan kasus
o jaringan Bayesian
o kecerdasan buatan berdasarkan tingkah laku
2. kecerdasan komputasional
Melibatkan pengembangan atau pembelajaran iterative. Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan kecerdasan buatan non simbolis, kecerdasan buatan yang tak teratur dan perhitungan lunak.
Metode-metodenya meliputi:
ü jaringan syaraf (system dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat)
ü sitem fuzzy (teknik-teknik untuk pertimbangan dibawah ketidakpastian. Digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen)
ü komputasi evolusioner, menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis, seperti populasi dan mutasi.
Kecerdasan buatan merupakan sebuah system yang mampu menanggapi situasi dan lingkungannya dan mengambil tindakan untuk memaksimalkan kesempatan keberhasilannya. Yang berarti kecerdasan buatan harus dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang dihadapinya.
Manusia VS Mesin (Komputer)
Aplikasi kecerdasan buatan terdapat pada games. Perbedaan kemamouan manusia dengan computer:
ü manusia dalam mengolah data lambat, computer cepat
ü manusia kepresisiannya kurang, computer sanagat presisi (ketepatan)
ü manusia logika berpikir ada, computer tidak ada
ü manusia dapat berkembang, computer tidak dapat berkembang
ü manusia adaptif, computer tidak adaptif (konstan)
ü manusia bersifat fleksibel, computer tidak
ü manusia memiliki alternative, computer tidak
kecerdasan buatan mempelajari bagaimana manusia dapat mengembangkan kemampuannya pada mesin. Manusia memiliki pola dalam berpikir terutama dalam perhitungan matematika, sedangkan computer tidak. Manusia memiliki kemampuan yang tinggi, misalnya dapat mengingat, mengenal, memahami tentang suatu hal dengan baik.

Tugas Kelompok AI-B-1

NAMA

NPM

TUGAS

1. Anita Camelya S

0615031051

Membuat ringkasan materi Kecerdasan Buatan

2. Iyan F P Sianipar

0715031051

Membuat dan mengedit blog

3. Alfian B L Sinaga

0615031040

Membuat dan mengedit blog

4. Yohanes Tri Hartono

0615031127

Membuat ringkasan materi Kecerdasan Buatan

5. Toman H Lumban Gaol

0615031124

Membuat ringkasan materi Kecerdasan Buatan